01
01
TUGAS POKOK PUSDIK INTEL KODIKLAT TNI AD "Melaksanakan fungsi utama dengan menyelenggarakan pendidikan intelijen secara terpusat dan melaksanakan fungsi organik militer dengan menyelenggarakan pembinaan satuan dalam rangka mendukung tugas pokok KODIKLAT TNI AD"
02
02
TUGAS POKOK PUSDIK INTEL KODIKLAT TNI AD "Melaksanakan fungsi utama dengan menyelenggarakan pendidikan intelijen secara terpusat dan melaksanakan fungsi organik militer dengan menyelenggarakan pembinaan satuan dalam rangka mendukung tugas pokok KODIKLAT TNI AD"
03
03
TUGAS POKOK PUSDIK INTEL KODIKLAT TNI AD "Melaksanakan fungsi utama dengan menyelenggarakan pendidikan intelijen secara terpusat dan melaksanakan fungsi organik militer dengan menyelenggarakan pembinaan satuan dalam rangka mendukung tugas pokok KODIKLAT TNI AD"
04
04
TUGAS POKOK PUSDIK INTEL KODIKLAT TNI AD "Melaksanakan fungsi utama dengan menyelenggarakan pendidikan intelijen secara terpusat dan melaksanakan fungsi organik militer dengan menyelenggarakan pembinaan satuan dalam rangka mendukung tugas pokok KODIKLAT TNI AD"

 

SEJARAH PUSDIKINTEL



Proses Pembentukan Pusdikintel Kodiklat TNI AD mengalami beberapa proses perubahan antara lain :

  1. Pendidikan intelijen dibawah kementerian pertahanan (periode 1945 s.d. 1950).
  2. Pendidikan intelijen di bawah Suad (1950 – 1970).
  3. Terbentuknya Pusat Khusus/Intelijen di bawah Kobangdiklatad (Periode Tahun 1970 s.d.1979).
  4. Dilikuidasi menjadi Pusat Pengembangan Intelijen TNI AD di bawah Kobangdiklatad (Periode Tahun 1979 s.d. 1985 ).
  5. Dilikuidasi menjadi Sekolah Intelijen TNI AD di bawah Pusdikbangsisops Pusbangsisops TNI AD (Periode Tahun 1985 s.d. 1989).
  6. Dilikuidasi menjadi Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD di bawah Pusat Kesenjataan Infanteri (Periode Tahun 1989 s.d. 1997).
  7. Dilikuidasi menjadi Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD di bawah Pusat Intelijen Angkatan Darat (Periode Tahun 1997 s.d. 1999).
  8. Dilikuidasi menjadi Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD di bawah Kodiklat TNI AD (Periode Tahun 1999 s.d. Sekarang).



I. PENDIDIKAN INTELIJEN DI BAWAH KEMENTERIAN PERTAHANAN
( PERIODE 1945 S.D. 1950)

Kegiatan pendidikan intelijen telah dimulai sejak awal revolusi fisik pada tahun 1945. Pendidikan intelijen tersebut telah dilaksanakan oleh berbagai instansi dan kesatuan yang membutuhkan perlunya fungsi intelijen di dalamnya. Adapun wadah bagi pendidikan intelijen pada waktu revolusi fisik 1945 berada di dalam wewenang Kementerian Pertahanan RI dan badan yang mengelola pendidikan intelijen tersebut adalah Staf Pendidikan “A” Kementerian Pertahanan.

Pendidikan intelijen dimulai sejak tanggal 29 Nopember 1945 dengan mengambil tempat di Rowo Seneng ( ± 14 Km dari Temanggung) Jawa Tengah dengan menunjuk Kapten Harwoko sebagai Komandan yang pertama. Untuk selanjutnya dengan melihat kondisi dan perkembangan serta situasi keamanan pada waktu itu, maka akhir Januari 1946, tempat pendidikan dipindahkan dari daerah Rowo Seneng ke daerah Plaosan (± 4 Km sebelum Sarangan dari arah Magetan) Jawa Timur.

Pendidikan intelijen yang dimulai sejak tanggal 29 Nopember 1945, telah berlangsung selama ± 6 (enam) bulan dan ditutup dengan melalui suatu upacara resmi dengan melantik 45 orang siswa menjadi letnan dua. Pelaksanaan upacara pelantikan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 1946 bertempat di lapangan Kridosono Yogyakarta yang dipimpin oleh Menteri Muda Pertahanan RI Bapak Arudji Kartawinata dengan memberikan surat pengangkatan kepada semua siswa, yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan RI. Selanjutnya para perwira intelijen yang telah diangkat sebanyak 45 orang tersebut, di dalam sejarah perjuangan bangsa dan negara, merupakan modal utama di dalam pelaksanaan pengisian jabatan-jabatan penting baik di lingkungan TNI AD, ABRI maupun negara yang memerlukan adanya fungsi intelijen di dalam lingkungannya.

Selain telah diadakan pendidikan intelijen tersebut di atas, terdapat pula pendidikan intelijen sebagai kelanjutannya yaitu PMC (Penyelidik Militer Khusus) yang terletak di Desa Pingit Yogyakarta, AP (Aanvullings Paedagogie Intelijen) dan WP (Wordings Paedagogie Intelijen) yang bertempat di Kaliurang Yogyakarta.


II. PENDIDIKAN INTELIJEN DI BAWAH SUAD
( PERIODE 1950 S.D. 1970)

Pendidikan intelijen pertama yang berkedudukan di bawah SUAD 1 dengan nama Latihan Bagian I AD dilaksanakan pada tahun 1950 bertempat di Situ Cileunca Pangalengan Bandung. Nama wadah pendidikan selanjutnya berubah sesuai perkembangan situasi dari Latihan Bagian I AD tahun 1950 menjadi Pendidikan Intelijen AD (PIAD) tahun 1951, kemudian berubah menjadi Sekolah Intelijen AD (SIAD) pada tahun 1952, selanjutnya berubah menjadi Pusat Pendidikan Intelijen AD (Pusdik Intel AD) tahun 1963.

Pada bulan September 1950 KSAD menginstruksikan dibentuk Latihan Bagian I yang merupakan pendidikan intelijen pertama di bawah SUAD 1 dengan lokasi di Situ Cileunca Pangalengan Bandung. Selanjutnya + 6 (enam) bulan kemudian lokasi pendidikan dipindahkan dari Situ Cileunca ke Cirateun Lembang Bandung. Berdasarkan surat perintah Kepala Bagian I SUAD Nomor : 009/SI/AD/51/ PH tanggal 10 April 1951, Latihan Bagian I dipindahkan dari Cirateun Lembang ke Pusdik Zeni AD Bogor. Selanjutnya + 3 (tiga) bulan kemudian dipindahkan ke Cilendek Bogor.

Pada tanggal 5 Juni 1951 bertempat di Cilendek Bogor telah dibuka pendidikan combat intel yang diikuti oleh 49 orang dan siswa-siswanya diambilkan dari anggota Brigade dan Teritorium. Pendidikan combat intel berjalan hanya satu kali selama ± 4 bulan dan ditutup pada tanggal 5 September 1951, yang selanjutnya disusul dengan latihan calon instruktur Sekolah Intel Khusus Angkatan Darat (Calon Instruktur SIAD).

Berdasarkan surat Menhankam/Pangab Nomor : WNP/1754/X/1970 tanggal 21 Oktober 1970, Pusat Pendidikan Intelijen TNI AD yang berlokasi di Cilendek/Bogor secara organik dan administratif dialihkan di bawah Pusintelstrat Hankam. Komandan Latihan Bagian I adalah Kapten Inf R. Wahyu dari tahun 1950 s.d. 1952 (Komandan Latihan Bagian I, Komandan PIAD dan Komandan SIAD) selanjutnya berturut-turut diserah terimakan kepada :

  1. Kapten Inf Basukitahun 1952 (Komandan SIAD).
  2. Kapten Inf Gunadi tahun 1952 (Pejabat sementara Komandan SIAD).
  3. Kapten Inf Komar tahun 1952 (Pejabat sementara Komandan SIAD).
  4. Mayor Inf Mustika tahun 1953 s.d. 1954 (Komandan SIAD).
  5. KaptenRudjito tahun 1954 s.d. 1958 (Komandan SIAD).
  6. KaptenKoesno tahun 1959 s.d. 1960 (Komandan SIAD).
  7. Mayor Inf Pangabean tahun 1960 s.d. 1963 (Pejabat sementara Dan SIAD)
  8. Kolonel Cdm Dr. M. Hardjo 1963 s.d. 1965 (Komandan Pusdik Intel AD).
  9. Letkol Inf Atwar Nurhadi tahun 1965 s.d. 1967 (Komandan Pusdik Intel AD).
  10. Letkol Inf Hasan Sadli tahun 1967 s.d. 1969. (Komandan Pusdik Intel AD).
  11. Letkol Inf Walthom Silitonga 1969 s.1970 (Komandan Pusdik Intel AD).


III.PUSAT KHUSUS/INTELIJEN
( PERIODE 1970 S.D. 1979 )


  • Masa pembentukan. Pembentukan Pussus Intel TNI AD diawali dengan surat perintah Kasad nomor Sprin/240/5/1970, tanggal 25 Mei 1970 tentang penunjukan Asisten-1/Pam Kasad selaku perwira proyek pembentukan Pussus Intelijen TNI AD. Pussus Intel TNI AD disahkan oleh pimpinan TNI AD dengan surat keputusan Kasad nomor Skep/766/12/1970 tanggal 12 Desember 1970 tentang Organisasi dan Tugas Pussus Intel TNI AD.

Komandan Pussus Intel TNI AD yang pertama adalah Kolonel Inf Sahid Danu Wijaya Nrp 13655 (sekarang Mayjen Purnawirawan). Penunjukan ini sesuai dengan Surat Keputusan Danjen Kobangdiklat TNI AD nomor Sprin/ 12931/KBDL/10/1971 tanggal 27 Oktober 1971.

  • Masa perkembangan. Masa perkembangan Pussus Intel TNI AD terealisir dengan keluarnya Surat Keputusan Kasad nomor Skep/177/II/1971 tanggal 14 Februari 1971 tentang DAF/DSPP/Markas Pussus Intel TNI AD dan Surat Keputusan Kasad nomor Kep/11/IV/1977 tanggal 27 April 1977 tentang DAF/DSPP Pusdikintel TNI AD.

Serah Terima Jabatan dan Tongkat Komando dari Dan PUSSUS/Intel AD yang lama Mayjen TNI Sahid D Kepada Kol Inf J.M.Mailoa oleh Prawiratama,bertempat di Pusdikzi Bogor pada tanggal 14 Februari 1987


IV. PUSAT PENGEMBANGAN
INTELIJEN( PERIODE 1979 – 1985 )


Tempat kedudukan/kantor Mako Pusbangintel semula di jalan Veteran No. 3 lantai II Jakarta, kemudian pindah ke Ciomas – Bogor, berdasarkan surat perintah Danjen Kobangdiklatad Nomor : Sprin/47/I/1979 tanggal 10 Januri 1979, tentang perintah menempati gedung baru di Mako Pusbangintel Ciomas – Bogor. Semenjak dikeluarkan keputusan Kasad tentang status Pusbangintel, kantor/Mako Pusbangintel dan Sekolah Pusat Pengembangan Intelijen (Sepusbangintel) bernaung dalam satu atap di Ciomas – Bogor, maka secara operasional Pusbangintel telah dapat melaksanakan tugas-tugas di bidang pembinaan fungsional pelaksanaan pendidikan dan latihan serta pengembangan sistim operasi bidang intelijen, kendati fungsi sandhi dan bahasa belum dapat ditangani sepenuhnya.

 

Copyright PUSDIKINTEL 2011 @ SEJARAH.
Joomla templates 1.7 by Hostgator